Advertisement here

Mengapa Perlu Berdoa, Apa Manfaatnya?

"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu'. ..."

Q.S 40:60


Sejak kecil tentunya kita sudah diajarkan oleh orang tua kia untuk berdoa. Berdoa saat  sebelum melakukan berbagai macam hal. Sebelum dan sesudah makan,  saat akan tidur, saat bangun tidur, saat akan berangkat sekolah, dsb.

Sebuah pengajaran yang baik yang diajarkan oleh orang tua kita. Beliau menyadari bahwa segala sesuatu harus disandarkan kepada Sang Pencipta, Sang Pemilik Semesta beserta isinya, Sang Pemilik Manusia.

Doa itu apa?

Definisi ini saya dapatkan dari KBBI Online. 

Doa  adalah permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan.

Doa bisa berupa harapan, permintaan dan pujian. Memang dalam berdoa tentunya harus memuji Allah terlebih dahulu kemudian barulah mengutarakan permohonan dan harapan.

Mengapa Kita Berdoa?

Berdoa memiliki manfaat secara spiritual yang juga akan berdampak pada psikologis dan fisik pelakunya. Simak saja hal berikut.

1. Doa itu Ibadah dan Memang Itu Perintah-Nya

Doa juga merupakan ibadah. Dalam ibadah ada doa-doa yang dilantunkan. Agar supaya kita manusia yang pelupa ini kembali ingat kepada-Nya. Dan memang begitulah seharusnya sebagai manusia untuk beribadah hanya kepada-Nya.

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Q.S 51:56


2. Karena Manusia Itu Lemah

Sering kali kita diajarkan untuk kuat tidak mudah menyerah. Dan sering kali kita merasa down, lelah lemah menhadapi masalah-masalah dunia.

Dengan berdoa maka kita menyadari kelemahan kita, dan hanya menyandarkan segalanya hanya kepada Allah. Memang kita tidak punya kekuatan dan kuasa apapun selain dengan seizin-Nya.

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.”

Q.S 4:28

Apa Manfaat dari Berdoa?

Berdoa memberikan manfaat bagi pelakunya. tidak hanya sebagai rutinitas ibadah, berdoa ternyata dapat memberikan manfaat. Sebenarnya ada banyak manfaatnya. Namun kali ini kita bahas beberapa saja yang menurut saya penting untuk dibahas kali ini.

1. Membuat Ketenangan

Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

G.S 13:28

Jaminan dari Allah akan mendapatkan ketenangan hidup bagi orang yang beriman. Tentunya tanda orang beriman adalah berdoa.

Berdoa itu memasrahkan segalanya kepada-Nya. So, kita mau apalagi, kan sudah dipasrahkan sudah diserahkan, kita hanya tinggal menjalaninya. 

keinginan dan harapan sudah dimunajatkan kepada-Nya. Kita hanya tinggal menjalani prosesnya. Tidak perlu susah-susah, santai saja, tetapi harus tetap tekun dan berdisiplin.

2. Membuat Lebih Bahagia

Bahagia, ya karena sudah mendapatkan ketenangan. Ketenangan ini didapatkan karena sudah merasakan iman. 

Seseorang yang menyadari, memahami bahwa dirinya tidak berkuasa, lemah, tidak memiliki keuatan apapun, kecuali itu diberikan-Nya.

Perasaan bergantung dan lebih dekat kepada-Nya yang dapat melindungi inilah yang akan menimbulkan rasa bahagia. Hormon-hormon bahagia dari dalam tubuh pun diproduksi sehingga dapat menimbulkan rasa bahagia, tenang, nyaman.

Bahagia dengan apa yang sudah didapatkan dan bersabar atas apa yang diharapkan. 

3. Meningkatkan Imunitas

Karena secara psikologis tidak ada masalah maka tidak ada gangguan juga yang akan mempengaruhi kimia tubuh sehingga tidak mempengaruhi sistem imun. Toh orang yang berdoa itu kan sudah tenang dan bahagia tidak berfikir yang aneh-aneh, selalu berfikir positif. Dengan begini tentunya akan  meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Lihat saja saudara kita yang taat beibadah dan berdoa saat menghadapi wabah virus ini mereka cukup tenang. Dan kalaupun mereka terkena ya biasa saja, tidak panik. Dan gejala yang didapat pun ringan saja.

4. Mendatangkan Pertolongan Allah. 

Pertolonan Allah dapat didatangkan melalui doa-doa. Liha saja sejarah lama tentang kisah Nabi dan para Sahabat dalam peperangan yang secara teori tidak mungkin dimenangkan, tetapi akhirnya menang juga. 

Mungkin saya dan anda juga memiliki pengalaman yang mungkin seharusnya secara teori sudah "kalah" tetapi yang terjadi adalah "menang". 

Kesimpulan

Berdoalah, bermanja-manja dengan Sang Maha Pencipta, Sang Maha Pengasih, dan Maha Penyayang agar kita selalu mendapatkan "backup" dari-Nya. Amiin.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here
Advertisement here