7 Cara Mengatasi Rasa Malas Menulis


Saat baru mulai menulis terkadang merasa malas. Apalagi malas itu muncul saat mau menulis di blog Saya pun sering mengalami itu. Ya rasanya seperti tidak mood saja, tidak ingin menulis. Padahal saat itu adalah waktunya untuk menulis. Saya sudah menjadwalkan waktu tersebut untuk menulis.

Mau tidak mau, biasanya saya memaksakan diri untuk menulis dan hasilnya bisa ditebak, hanya layar kosong di laptop. Tidak ada satu huruf pun yang bisa saya ketikkan. Saya tidak tahu harus menulis apa. Ya mungkin karena saya sedang tidak ingin menulis. Malas saja.

Cara Mengatasi Malas Menulis

Ada beberapa cara yang saya lakukan jika sedang malas menulis. Ini versi saya lho ya. Mungkin cocok dengan anda, mungkin juga tidak. Ok, langsung saja, berikut cara saya mengatasi malas menulis.

1. Dibuat Ringan Saja

Jangan memasang target yang terlalu tinggi. Harus selesai satu artikel 1000 karakter dalam waktu satu jam. Itu target yang terlalu tinggi buat saya yang masih penulis pemula.

Target yang terlalu tinggi akan membuat pikiran terbebani dan ujung ujungnya malas karena kita sudah tahu tidak akan bisa mencapain target tersebut.

Bagaimana agar bisa tetap menulis? Pecah saja jadi target yang lebih kecil, misalnya buat outline dulu. Membuat catatan poin-poin penting. Tidak perlu langsung bikin artikel. Toh membuat outline itu juga termasuk menulis.

Jika masih terlalu berat juga, ya tidak usah pakai target-targetan. Nulis apa sajalah bebas saja. Lagi malas ya tulis saja tulisan tentang malas yang dirasakan itu. “Saya lagi malas menulis… bla.. bla ..bla..”.

2. Tidur

Malas itu muncul mungkin karena tubuh sudah merasa lelah. Apalagi saat setelah pulang kerja. Jika memang demikian ya istirahat dulu. Tidur bila perlu.

Lelah itu alarm bagi tubuh untuk istirahat. Jadi tidak mengapa untuk beristirahat bahkan mungkin wajib untuk beristirahat.

Dengan tidur maka akan me-refresh otak kita. Tidak hanya itu badan kita pun akan terasa kembali segar saat bangun.

3. Nonton Film Kesukaan

Masih malas juga, mungkin sedang jenuh dengan kegiatan yang berhubungan dengan menulis membaca. Nonton film bisa menjadi alternatif untuk melepaskan rasa jenuh saat tidak sedang mood menulis.

Biasanya saya menonton film yang saya ingin tonton. Tentunya film ini kesukaan saya. Saya punya beberapa film kesukaan yang sudah pernah saya tonton dan biasanya saya tonton lagi kalau sedang tidak ingin menulis.

Nonton filmnya juga harus tahu waktu, karena tujuan utama nonton film adalah untuk melepaskan kejenuhan. Jangan tergoda untuk melanjutkan film lainnya atau malah maraton drama korea.

Selepas nonton film saya merasa sudah cukup bersemangat untuk kembali menulis.

4. Main Game

Biasanya kalau tidak nonton film ya main game. Dengan bermain game ini akan mengalihkan pikiran kita ke permainan yang menyenangkan. Tentunya harus memainkan game yang disukai juga. Perlu diingat setiap orang punya kesukaannya sendiri termasuk juga game.

Sejenak saja bermain game satu atau dua siklus permainan mungkin akan cukup untuk membuat mood kita kembali. Bermain game akan meningkatkan hormon bahagia sehingga akan membuat bersemangat dan ketagihan untuk mengejar skor dalam game.

Dengan semangat dan rasa ketagihan tadi, kita alihkan untuk mengerjakan hal lainnya seperti menulis. Ya bisa dibilang ini mengakali perasaan, tapi menurut saya ini berhasil.

5. Pindah Tempat Menulis

Mungkin ini yang paling mudah untuk mengatasi rasa malas dalam menulis, pindah tempat menulis. Seringkali kita terpengaruh oleh lingkungan. Mungkin saja lingkungan kita itu memberikan aura kemalasan.

Biasanya saya nulis di kamar tidur, yang juga ada meja dan perangkat komputer. Daya tarik kasur dan bantal mungkin lebih besar sehingga saya lebih memilih untuk rabahan dari pada menulis di depan komputer.

Pindah tempat ke ruang tamu atau di teras rumah mungkin akan menjadi solusi. Disana tidak ada tempat untuk rebahan dan juga suasananya juga berbeda jika dibandingkan di kamar tidur.

Yang paling enak itu nulis sambil nongkrong di cafe. Sambil menikmati ekspresso, nikmatnya. Nongrong sambil ngetik-ngetik, dan tidak terasa waktu sudah berlalu 3 jam.

6. Jangan Makan Terlalu Banyak, Secukupnya Saja

Ini penting! Makan terlalu banyak alias kenyang akan membuat tubuh memfokuskan energi untuk mencerna makanan. Efeknya adalah ngantuk.

Sering kali saya merasakan saat setelah makan dan kenyang, maka yang saya rasakan selanjutnya adalah ngantuk, sangat mengantuk.

Makan makanan secukupnya jika bisa makan sayur dan buah juga minum air putih agar tubuh tidak terbebani dalam mencerna dan tetap bisa memberikan nutrisi, sehingga kita bisa memiliki tenaga dan fokus dalam menulis.

7. Jangan Lupa Berdoa

Sebagai manusia ciptaan-Nya, tentunya ada kewajiban untuk berdoa. Bagi saya yang muslim, tentunya ada kewajiban untuk melaksanakan sholat. Terkadang sholat saja merasa malas, tetapi mau tidak mau harus dilaksanakan.

Diawali dengan berwudlu, membasuh muka, tangan, dan seterusnya, kemudian dilajutkan dengan sholat, kemudian berdzikir dan berdoa.

Selepas itu saya merasa lebih tenang, dan kembali bersemangat. Salah satu manfaat berdoa adalah memberikan ketentraman, ketenangan, dan kenyamanan.

Kesimpulan

Anda selalu bisa untuk menulis. Rasa malas muncul itu hal yang wajar. Kita hanya perlu mengatasinya. Ingat saja dan tanamkan dalam pikiran bahwa kita masih harus menulis, terus menerus belajar menulis.

Lebih baru Lebih lama