Kembali Menulis Jurnal Menggunakan Kertas dan Pena


Kali ini saya mencoba untuk kembali menulis menggunakan  kerta dan pena. Ya, memang hal ini sedikit aneh karena dalam 2 tahun ini saya sudah beralih menggunakan catatan digital seperti evernote, upnote, google keep, dll.

Tetapi entah kenapa menulis dengan menggoreskan pena pada kertas menjadi pengalaman yang saya rindukan. Saya merasa lebih nyaman, mata juga lebih rileks tidak seperti saat menatap layar komputer.

Saya membenarikan diri menulis secara analog, meskipun tulisan saya tidak bagus juga.

Salah satu kendala dalam menulis menggunakan kertas atau buku jurnal adalah penyimpanan. Seperti pengalaman saya beberapa tahun lalu saya mengguanakan kertas loose leaf untuk mencatat kegiatan sehari-hari.

Saya bingung untuk menyimpannya, Saat itu saya punya 2 atau 3 bendel loose leaf. Dan sekarang saya tidak tuhu itu ada dimana. Mungkin sudah terbuang.

Sepertinya saya menulis secara analog dan juga digital karena masing-masing ada keuntungan, kerugian dan juga kegunaan yang masih saya butuhkan.

Lebih baru Lebih lama