3 Hambatan Membaca Secara Konsisten


Kesulitan untuk membaca secara konsisten? Tidak bisa rutin membaca? Inilah yang saya alami. Rasa malas, menganggap membaca tidak penting karena ada kegiatan lain yang lebih penting, membuat saya tidak memprioritaskan untuk membaca.

Sudah berbagai upaya saya lakukan. Mulai dari mengkoleksi buku, beli buku digital, beli tablet untuk baca, membuat jadwal membaca, tapi sering kali semua itu tidak berguna. Saya menjadi bertanya-tanya apa yang terjadi dengan diri saya.

Membaca adalah hal penting yang harus dimiliki oleh setiap orang. Apalagi dengan semakin derasnya arus informasi. Untuk mendapatkan update informasi tentunya selain harus memilih dan memilah informasi juga harus "pandai" membaca, dan juga menyempatkan membaca. Dan akan saangat baik jika bisa membaca dengan cepat.

Hambatan Terbesar dalam Membaca. Saya merasakan ada hal yang mungkin bisa membuat berat dalam melakukan kegiatan memabca.

1. Tidak punya tujuan membaca. 

Bukannya saya tidak punya tujuan membaca. Saya sudah punya tujuan tetapi mungkin kurang kuat. Dan mungkin juga saya tidak tahu atau masih ragu-ragu dengan tujuan saya itu. Bisa jadi tujuan saya itu tidak menarik sehingga saya malas untuk berjalan menuju kesana.

Mungkin saya harus mencari dan menemukan alasan dan tujuan yang lain dalam membaca sehingga bisa lebih kuat "why" saya membaca.

2. Teknik membaca masih biasa saja. Membaca jika tidak punya tekniknya juga akan sangat membutuhkan waktu yang lama dalam menyelesaikan kegiatan membaca tersebut. Bisanya jika tidak bisa selesai dalam waktu singkat malah akan  membuat bosan, belum lagi waktu yang kita miliki hanya sedikit, dan kemudian akan membuat kita berhenti membaca dan tidak melanjutkan membaca lagi.

Jika memiliki teknik membaca maka akan lebih cepat menangkap isi dari bacaan karena kita sudah tahu apa yang akan kita cari. Dan saat berhasil menyelesaikan membace dan mendapatkan apa yang kita cari dalam bahan bacaan, akan memberikan perasaan senang telah mencapai suatu. 

Membaca cepat memang perlu dipelajari dan juga dipraktikkan untuk memperkuat kemampuan membaca.

3. Lingkungan yang tidak mendukung. Ya mungkin ini menjadi faktor terebesar yang mungkin saya alami. Meskipun saya mempunyai kooleksi buku, tetapi itu hanya saya saja yang membacanya. Orang-orang terdekat saya tidak ada yang melakukan kegiatan membaca yang dapat nyata terlihat oleh saya sehingga meninmbulkan rasa ingin membaca juga. Yang ada hanyalah kegiatan yang sifatnya hanya entertainment saja.

Disini saya sedang memetakan kembali apa yang saya pikirkan dan apa yang saya rasa. Apakah hambatan hambatan itu begitu berdampak pada kegiatan membaca saya. Dan hambatan yang mana yang sangat berpengaruh.  

Saya merasa semua hambatan itu memang berngaruh, tetapi yang perlu dilakukan ada menyesuaikan diri saja, meng-adjust pirikiran, perasaan dan tenaga agar bisa mengurangi dari dampak hambatan itu.

Saya tahu saya memiliki buku yang bagus, novel yang keren di rak buku saya. Saya tahu isi buku tersebut pastinya sangat lezat. Tapi entah kenapa saya belum melahapnya. Selain karena hambatan membaca di atas, mungkin juga karena saya terlalu kenyang dengan hal lainnnya.

Lebih baru Lebih lama