5 Tips Menulis Tere Liye


Menulis, siapa yang ingin bisa menulis? Tentunya Anda semua yang membaca tulisan Saya ini juga ingin bisa menulis. Ya, termasuk Saya juga. Dalam blog saya ini, saya masih belajar untuk menulis. Untuk itu saya membutuhkan tips menulis agar tidak merasa sulit.

Menulis itu sulit, tetapi ada yang bilang menulis itu mudah. Ya, kalau menurut saya sih tergantung dari sisi mana kita melihatnya.

Bagi sebagian orang yang baru pertama kali ingin menulis mungkin akan terasa berat dan sangat sulit. Untuk memulai menulis membutuhkan tenaga lebih dan juga yang banyak. Penulis itu pun banyak yang mengeluh tidak punya waktu sehingga menjadi "malas menulis". Jika  pun mereka punya waktu, mereka tidak tahu harus menulis apa.

Bagi yang sudah terbiasa menulis tentu saja akan terasa lebih mudah dalam membuat suatu tulisan. Mereka terbiasa untuk menangkap ide-ide dan menuangkannya menjadi sebuah tulisan yang terdiri dari beberapa kalimat atau bahkan menjadi beberapa paragraf.

Untuk menjadi seorang penulis memang harus dimulai dari diri sendiri. Apakah tujuan menulis yang timbul dari dalam hati atau hanya sekedar ikut-ikutan saja agar supaya dianggap keren bisa menulis.

Apapun tujuan anda dalam menulis yang paling tahu adalah diri anda sendiri dan seberapa kuat tujuan tersebut ingin dicapai maka anda sendirilah juga yang menentukannya.

Oh iya, tulisan yang saya maksudkan ini adalah tulisan dalam lingkup yang luas ya.., tidak terbatas hanya pada artikel yang ditulis pada sebuah blog saja. Bisa jadi tulisan itu adalah sebuah catatan keseharian, cerita pendek, novel, artikel di blog, artikel untuk majalah di sekolah, artikel untuk majalah perusahaan, dan lain sebagainya.

Salah satu cara untuk belajar menulis adalah belajar dari seorang ahli menulis. Seorang ahli ini tentunya sudah lama berkecimpung di dalam dunia kepenulisan dan sudah banyak memakan asam garam dari dunia kepenulisan.

Dengan belajar kepada orang yang lebih ahli maka diharapkan akan dapat lebih cepat dan membuat lebih terarah bagi kita-kita yang baru saja mulai untuk menulis.

Langsung saja, dengan siapakah kita akan belajar menulis kali ini. Tentu saja dengan saya hehe.., kan saya yang menulis artikel ini.

Kita akan belajar dari tips yang diberikan oleh penulis novel terkenal. Siapakah dia? Sesuai dengan judul artikal ini, Tere Liye.

Ya, Tere Liye penulis novel terkenal yang saya koleksi berapa novel yang beliau tulis. Gara-gara novel yang ditulis Tere Liye inilah saya jadi suka membaca, khususnya membaca novel. Membaca novel ternyata sangat mudah, ringan, menyenangkan, dan sangat menghibur.

Tips menulis ini saya catat dan saya rangkum dari melihat beberapa video beliau di Youtube. Tentunya saya mencatat dan merangkum dari apa yang beliau sampaikan sesuai dengan apa yang saya tangkap dan saya pahami.

Berikut ini catatan saya dari hasil menonton video tips menulis dari Tere Liye.

1. Ide dari mana menulis?

Jawabanya darimana saja. Ide memang dapat berasal darimana saja. Masalahnya adalah terkadang kita sendiri yang tidak bisa menangkap ide tersebut atau mungkin tidak sadar kalau itu adalah sebuah ide.

Memang tidak mudah dalam nemangkap sebuah ide. Untuk itu dibutuhkan sebuah latihan yang berulang. Bagaimana menangkap sebuah ide? Sebenarnya caranya cukup mudah yakni dengan menuliskannya.

Setiap apa yang terlintas dibenak kita, yang berasal dari dalam pikirankita, maka segeralah menuliskan. Membawa sebuah buku catatan kecil, atau bisa juga dengan menggunakan aplikasi notes pada smartphone bisa menjadi alat untuk mencatatkan ide. Ide tersebut haruslah dicatat dengan segera dan kemudian diamkan saja ide itu untuk diendapkan.

2. Topik tulisan bisa apa saja, tapi gunakan sudut pandang berbeda

Topik dari ide tersebut bisa jadi menjadi menarik jika kita bisa menemukan sudut pandang yang berbeda dan lain dari yang dilihat oleh kebanyakan orang. Untuk menemukan sudut pandang yang berbeda inilah yang membutuhkan latihan. Ini juga tergantung dengan kreatifitas kita.

Kreatifitas ini akan sulit muncul jika tidak pernah diasah dan juga jika kita tidak memiliki amunisi di dalam kepala kita.

3. Miliki amunisi

Amunisi didalam pikiran kita inilah yang bisa menjadikan kita memiliki bahan untuk ditulis. Menulis dengan sudut pandang yang berbeda akan menjadikan tulisan itu menarik. Semakin banyak amunisi ini maka semakin banyak hal yang bisa dituliskan.

Untuk memiliki amunisi tersebut, darimanakan kita akan mendapatkannya? Amunisi tersebut bisa didapatkan dari:
3.1. Banyak baca buku.
3.2. Melakukan perjalanan
3.3. Bertemu dengan orang-orang bijak atau orang yang berpengalaman.

3.1. Banyak Membaca Buku

Membaca buku adalah langkah paling mudah jika kita ingin mendapatkan ide-ide. Dengan membaca kita akan menjadi tahu tentang sesuatu yang pada awalnya kita tidak tahu. Membaca juga tidak hanya dari buku bisa juga membaca hal lainnya yang dapat menigkatkan pengetahuan.

Dari pengetahuan yang didapatkan inilah nantinya kita bisa “menembakkan” ide-ide yang nantinya bisa dijadikan bahan tulisan.

3.2. Melakukan perjalanan

Perjalanan. Ya, hidup ini memang sebuah perjalanan. Perjalaanan disini adalah travelling, perjalanan ke tempat-tempat tertentu yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Satu keunggulan tersendiri bagi orang yang suka traveling.

Dengan melakukan perjalanan tentu saja kita akan menjumpai hal-hal baru, lingkungan baru perngalaman baru, suasana baru, melihat hal baru, orang-orang baru baik saat dalam perjalaanan dan saat tiba ditempat tujuan.

Hal baru yang dijumpai dalam perjalanan ini, bisa saja didapatkan pengetahuan tentang banyak hal, sehingga bisa mengisi kepala kita dengan amunisi ide baru yang lebih segar.

3.3 Bertemu dengan orang bijak atau orang yang berpengalaman

Orang yang berpengalaman dengan segala pahit manis kehidupan, orang yang lebih senior, orang yang lebih tua, orang yang memiliki keahlian yang tidak kita miliki, bisa kita gali segala bentuk pengalamannya sehingga bisa mendapatkan pengetahuan baru sebelum kita benar-benar mengalaminya.

Setidaknya meskipun kita masih belum mengalaminya, tetapi kita sudah bisa merasakan pengalamannya dari cerita-cerita dan pengalaman yang dibagikan.

4. Kalimat pertama mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, menyelesaikan lebih gampang lagi.


4.1. Kalimat pertama mudah

Kalimat pertama dalam sebuah tuiisan adalah salah satu yang sulit menurut saya. Menurut penulis novel best seller, bang Tere, menuliskan kalimat pertama itu mudah dan tidak perlu dipusingkan.

Tulis saja kalimat pertama secara asal-asalan karena yang terpenting setelah menuliskan kalimat pertama adalah melanjukannya. Jika telah selesai menuliskan beberapa kalimat atau beberapa paragraf, hapus saja kalimat atau paragraf yang ditulis asal-asalan.

4.2. Gaya bahasa sesuai kebiasaan

Dalam menulis itu dibutuhkan gaya bahasa. Gaya bahasa ini biasanya sudah kita gunakan sesuai dengan gaya menulis kita. Semakin sering menulis maka akan semakin tahu gaya bahasa yang digunakan.

Menurut bang Tere, gaya bahasa ini tidak perlu terlalu banyak untuk dipikirkan. Karena dengan semakin rajin menulis, semakinkonsisten menulis, maka gaya bahasa juga akan terlatih dengan sendirinya.

4.3. Menyelesaikan Lebih gampang lagi

Menyelesaikan sebuah naskah lebih mudah lagi khususnya naskah novel. Kalau sudah mentok, sudah buntu dan tidak tahu mau menulis apalagi,tidak perlu bingiung. Cukup tuliskan saja “TAMAT”, dan novel pun selesai.

5. Bisa karena terbiasa (latihan, latihan, latihan).

Menulis itu mudah karena sering latihan. Seperti dalam hal memasak. Ibu kita yang sangat ahli memasak. Ibu ahli memasak bukan karena ahli, tetapi karena sudah terbiasa. Demikian juga dengan menulis. Semakin sering menulis semakin rutin maka akan semakin terbiasa dan tulisan yang dibuat pun semakin hari semakin baik dan berkualitas.

Kesimpulan

Menulis itu sebenarnya mudah, kita hanya perlu memulainya, mencobanya, dan konsisten. Tips menulis di atas, bisa dijadikan acuan dalam menulis sebuah tulsiandan khususnya menulis novel.

Menulislah dengan cara yang anda pahami dengan cara yang anda bisa. Saya juga akan menulis dengan gaya saya sendiri cara saya sendiri sesuai dengan yang saya bisa lakukan. Yang penting adalah menulis dulu.

Demikian tips menulis dari tere liye. Tepatnya tips menulis Tere Liye yang saya rangkum sesuai dengan yang saya pahami. Semoga tulisan ini bermanfaat dan membangkitkan semangat menulis.

Selamat menulis..

Lebih baru Lebih lama